Kadar HDL dan Perbaikan Faktor Resikonya

Kali ini kami akan jelaskan mengenai Kadar HDL dan Perbaikan Faktor Resikonya. Meningkatkan kadar HDL (High Density Lipoprotein) dalam darah berarti menurunkan risiko terkena stroke dan penyakit jantung koroner. Orang yang memiliki berat badan berlebih dan para perokok memiliki kadar HDL rendah sehingga mereka sangat rentan terkena hipertensi, Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan stroke.

Kadar HDL dan Perbaikan Faktor Resikonya

Fakta Tentang HDL

  • Kandungan kolesterol HDL biasanya 20 persen – 30 persen dari kolesterol darah total
  • Terdapat bukti bahwa HDL membantu melindungi tubuh terhadap akumulasi plak (timbunan lemak) pada dinding koroner arteri.
  • Penelitian menunjukkan bahwa penurunan lima angka kolesterol HDL ini terkait dengan 25 persen peningkatan risiko penyakit jantung.
  • Dalam penelitian prospektif, yaitu penelitian yang mengikuti peserta selama jangka waktu tertentu untuk mengamati kejadian seperti serangan jantung atau kematian akibat penyakit jantung, terbukti bahwa HDL biasanya menjadi faktor resiko lipid yang paling terkait dengan risiko penyakit jantung.
  • Kadar kolesterol HDL diperkirakan dipengaruhi oleh faktor genetika.
  • Pada umumnya perempuan memiliki kadar kolesterol HDL lebih tinggi dibandingkan pria. Sekitar sepertiga dari kaum pria dan seperlima dari kaum wanita memiliki tingkat HDL di bawah 40 mg/dl. Dokter menganggap bahwa tingkat HDL kurang dari 40 mg/dl itu termasuk rendah.

Standar kadar HDL darah

Standar dari kadar HDL dalam darah yaitu :

  • Kadar HDL yang diinginkan > 45 mg/dl
  • Ambang batas rendah = 35 – 45 mg/dl
  • Kadar HDL terlalu rendah < 35 mg/dl

Perbaikan Faktor Resiko HDL

1. Berat badan dan rokok

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Geraldoheiss dari Lipid research Clinic Population Study mengungkapkan bahwa seseorang yang tidak aktif dengan angka rata-rata indeks body mass tinggi dan merokok, umumnya memiliki HDL = 45 mg/dl.

Apabila orang tersebut tidak merokok, HDL kolesterol akan meningkat menjadi 48 mg/dl dan bila dia aktif maka HDL-nya akan menjadi sekitar 52 mg/dl. Kesimpulannya, seseorang akan mendapatkan HDL kolesterol yang lebih baik jika ia tidak gemuk, aktif, dan tidak merokok.

Houlle dan rekan-rekannya dari Multiple Risk Factor Intervention Trial (MRFIT) USA menemukan bahwa menurunkan berat badan 4 kg menghasilkan kenaikan 3 mg/dl HDL. Sebaliknya, penambahan berat badan 4 kg mengurangi 2 mg/dl HDL. Penelitian MRFIT juga mengungkapkan bahwa mereka yang berhenti merokok menghasilkan kenaikan sekitar 4 mg/dl HDL.

Lebih lanjut ditunjukkan oleh penelitian di Hadasah University-Yerusalem, bahwa penurunan berat badan 10 persen pada orang yang agak gemuk dapat menaikkan HDL akan tetap tinggi bila pengurangan berat badan ini tetap dipertahankan. Jadi begitu kelebihan berat badan dikurangi, orang tersebut harus memeliharanya untuk menjaga agar tingkat HDL dalam darah tetap tinggi.

2. HDL, Low Density Lipoprotein (LDL), dan tekanan darah

HDL merupakan faktor penting untuk memprediksi dan meramalkan timbulnya PJK di kemudian hari.

3. Kadar HDL dan penyumbatan arteri coroner

Hasil penelitian John Hopkins Lipid Centre di Amerika Serikat, dengan pemeriksaan karakterisasi terhadap 483 pasien, memperlihatkan bahwa tingkat penyumbatan arteri coroner lebih parah pada pasien yang memiliki kadar HDL lebih rendah.

Demikian info tentang Kadar HDL dan Perbaikan Faktor Resikonya semoga bermanfaat.

Referensi:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.